Blogger Menyapa :

    4/1/14

    KA

    KA | GAPURA BASA 

    By: ZnR


    Kasih itu masih ada, ka

    Meski kadang sulit dan enggan menampakkannya

    Perhatian itu masih aku simpan,

    Meski kadang benci untuk mengakuinya

    Kenangan itu masih terjaga , ka

    Meski sudah terlalu usang untuk di kenang.

    Ka, tanganmu masih terasa dingin.

    Air matamu masih terlihat mengucur dalam isak khawatir memandangiku terbaring tak berdaya.

    Kata-kata mu masih terdengar meskipun saat itu sayup-sayup kau mengucapkannya,

    Dalam tegang

    Dalam gelap malam sampai fajar menjelang

    Kau di sampingku menenangkan.

    Dalam teriakan aku terlentang sadar tak sadar,

    Dan kamu ka, terlihat pucat memudar memelukku.

    Kamu masih disini ka, dalam dekap hati

    Meski kebencian menyelimuti

    Meski sakit hati mendampingi

    Tapi kamu , RISKA NURFITRIYANI

    Akan tetap di hati. 



    DALAM TENDA PUTIH, HFC 2012

    Gina Ginanjar Agustina (ZnR)

    PEMIMPINKU

    PEMIMPINKU | GAPURA BASA

    By: ZnR






    Teriak saja sesukamu

    Hingga kau buta dan lupa akan aku

    Hancurkan saja sesukamu

    Hingga kau jengah dan tak bersisa

    Bungkam saja mulut mereka

    Hingga kau merasa sang juara

    Pamer tahta

    Pamer harta

    Hingga lupa aku sengsara

    Ingin untuk memilihmu

    Tapi takut untuk tersesat dan kemudian kecewa

    Terjerat dalam bualan janji janji buta

    Yang hanya sekedar simbol

    Atau mungkin angin lalu

    Sang pemimpin. Yang mana? Aku masih mencarinya

    Masih mendambakannya

    Membawa surga bukan hanya anginnya saja

    Semoga, calon-calon pemimpin adalah benar pemimpin.




    By: Gina Ginanjar Agustina (ZnR)

    Baca Juga Puisi Cepi Ali Anwari lainnya, klik disini

    PUISI AKU


    By: ZnR

    PUISI AKU
    PUISI AKU


    Aku masih saja terdiam tak berdaya

    Bahkan setelah ribuan luka di hati karna penghianatan

    Aku masih saja lurus tak mau memikirkan

    Bahkan dalam ribuan penghinaan

    Aku masih saja terbujur kaku

    Dalam dekap tiada penghargaan

    Saat itu aku hanya menangis

    Di bawah langit yang tiada awan

    Mengikuti apa yang di bicarakan

    Dalam diskusi yang belum terpecahkan

    Aku masih menjadi sang pecundang

    Dalam diam mencari kebenaran

    Hingga saat itu aku menjadi bukan aku

    Berubah menjadi yang baru

    Penuh bayangan yang mematikan

    Penuh garis hitam yang kejam

    Bahkan cap cap putih pun terhapuskan

    Aku berubah

    Kenapa?

    Coba tanyakan pada angin saja.



    ZnR


    Simak juga karya Cepi Ali Anwari lainnya bersama Gapura Basa - Pemimpinku

    7/13/13

    MISTERI DIBALIK PRIBADI


    MISTERI DIBALIK PRIBADI

    MISTERI DIBALIK PRIBADI
    MISTERI DIBALIK PRIBADI


    Lihatlah…!
    Ia gadis manis tertatih sendiri
    Bangkit kembali dari rasa perih menyakiti
    Lekas berdiri tanpa kekalutan emosi

    Sadarilah…!
    Pembawaan pribadi berselimut misteri
    Sosok putih berhiaskan teka-teki
    Sulit memang, tak mudah dimengerti

    Batang semangatnya semakin meninggi
    Menjulang asa meretas tanpa batas
    Liar pada pencarian sebuah arti
    Tanpa peduli ocehan merendahkan diri

    Pahamilah…!
    Pahami bukan sekedar mengerti
    Resapi tanpa beban yang berarti
    Lalu berlari mengejar cita yang ia cari

    September 2012
    Cepi Ali Anwari 

    Simak juga tulisan lainnya dari Cepi Ali Anwari-Gapura Basa

    7/2/13

    Godog Maghrib


    Jalanan sepi
    Pintu rumah-rumah itu tertutup rapat
    Hari mulai berwarna coklat
    Karena mereka berbondong-bondong menuju Rumah-Nya
    Mendirikan tiga raka'at
    ...




    Godog Maghrib
    Godog Maghrib


     Garut, 2013
    Cepi A. Anwari

    BUKAN RAYUAN RINDU


    ( Kepada Gina G. Agustina semoga sehat selalu )

    Jalan merindukanmu ibarat labirin bagiku
    Hingga waktupun tak lagi mampu memberi tahu
    Sampai detik tak berani lagi tuk berbisik
    Bercerita, berdialektika dengan realita masa-masa SMA.

    Kini, wisuda dipelupuk mata
    Terjebak pada teori-teori Profesor yang rumit
    Setelah sekian lama tak kunjung tiba kudapati
    Berhenti pada tanda tanya yang tak membutuhkan orang lain tuk menjawab

    Lalu, Mengapa ku tetap saja merindukanmu?



    Garut, Juli 2013
    Cepi A. Anwari

    Simak tulisan lainnya dari Cepi Ali Anwari di Gapura Basa Kumpulan Puisi Modern

    7/1/13

    Senin Pagi

    Senin Pagi

    Hening pemandu waktu berlalu
    Lagu sendu mendayu-dayu
    Tenang bertemankan kesetiaan
    Asma agung ramaikan biji tasbih

    Senyap gelap malam menyapa
    Sedap kiranya tuk mengadu pada Sang Kuasa
    Air mata perlahan menetes kerinduan
    Pada-Mu telah aku serahkan



    Juli 3013
    12:45 AM
     

    Cepi Ali Anwari

    Bagikan Blog Saya

    Twitter Google Plus Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

    Popular posts